Sekolah Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada sekolah dalam rangka pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup dengan mengedepankan perilaku warga sekolah dalam mendukung Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah) berupa sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup di sekolah. Dalam proses menuju pencapaian sekolah adiwiyata terdapat beberapa ketentuan yang menjadi syarat bagi sekolah. Syarat tersebut antara lain adanya upaya menjaga kebersihan, berfungsinya sanitasi, dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi terkait penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) berdasarkan IPMLH (Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup).
SMP 1 Bae Kudus saat ini tengah berkomitmen untuk melanjutkan gelar Sekolah Adiwiyata di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, Kepala Sekolah bersama dewan pendidik (guru), komite sekolah dan peserta didik telah berupaya menciptakan kondisi sekolah ramah lingkungan. Tak hanya warga sekolah, melainkan masyarakat pun dilibatkan dalam bentuk kerja sama untuk mewujudkan sekolah adiwiyata dalam hal pengelolaan sampah dan penanaman pohon di lingkungan Desa Bae.
SMP 1 Bae Kudus berpotensi untuk menjadi Sekolah Adiwiyata dengan keadaan lingkungan alam yang memiliki sejumlah taman di setiap depan ruangan bahkan setiap sudut bangunan sekolah. Pepohonan rindang yang telah berusia puluhan tahun masih tegak berdiri di halaman sekolah. Berbagai jenis tanaman hias pun tertata apik memperindah lingkungan sekolah. Keberadaan kolam ikan dengan air mancur yang didesain sedemikian rupa menambah semarak suasana lingkungan alam SMP 1 Bae Kudus.
Gelar sekolah adiwiyata telah disandang oleh SMP 1 Bae Kudus sejak tahun 2016 hingga kini. Perjalanan panjang dari tahun ke tahun membutuhkan komitmen dan konsistensi untuk terus mempertahankan gelar tersebut. Kendala yang dihadapi menjadi pembelajaran bagi warga sekolah seperti permasalahan sampah dan polusi udara. Kerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus dan Djarum turut andil hingga terwujudnya sekolah adiwiyata. Bantuan bibit pohon dari Djarum telah bisa dirasakan manfaatnya untuk mengurangi polusi udara akibat asap pabrik. Keberadaan bank sampah dari Dinas Lingkungan Hidup hingga sekarang masih berjalan sehingga mampu mengatasi permasalahan sampah bahkan mampu merubah paradigma masalah sampah menjadi penambah penghasilan. Sebuah pendidikan bermanfaat yang disampaikan kepada siswa dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sebagai implementasi 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Hal tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang nantinya terus dilakukan juga oleh warga sekolah, terutama siswa di lingkungan tempat tinggalnya.
Peserta didik di SMP 1 Bae Kudus merupakan fokus utama sebagai pelaku dalam penerapan Gerakan PBLHS. Sebagai perwujudan peran utama para siswa tersebut, Kepala Sekolah SMP 1 Bae Kudus, Bapak Drs. Moh. Akhsanulkhaq, M.Pd. telah mengukuhkan Kader Adiwiyata yang terdiri atas siswa siswi terpilih dengan tugas berperan aktif dan menggerakkan warga sekolah dan warga sekitarnya dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Selain itu dalam pelaksanaan menuju sekolah adiwiyata diterapkan melalui pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah. Dengan demikian diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya gaya hidup ramah lingkungan.
Upaya yang dilakukan oleh SMP 1 Bae Kudus dalam rangka menuju Adiwiyata Sekolah antara lain pembuatan biopori, penanaman tanaman dalam wujud taman di depan kelas dan halaman setiap ruangan maupun setiap sudut sekolah, greenhouse, vertical garden, penanaman tanaman obat keluarga (toga), penanaman tanaman sayuran dan buah dan tanaman hidroponik, pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan bank sampah, pemeliharaan ikan dalam kolam sekolah, pembiasaan penggunaan alat makan dari rumah, daur ulang sampah menjadi alat rumah tangga dan aksesoris.
Segala bentuk kegiatan tak lengkap tanpa adanya jejak digital di era modern ini. Peran media turut andil dalam mengkampanyekan dan mempublikasikan aksi-aksi peduli lingkungan yang telah dilakukan oleh warga sekolah terutama siswa SMP 1 Bae Kudus dalam media Instagram, Facebook, dan majalah sekolah. Peran perpustakaan sebagai sumber informasi pun ikut serta hadir dengan bentuk penyediaan informasi digital yang dikemas dengan judul Digital Greenhouse Laboratory yang bisa diakses dalam bentuk tampilan web. Di dalamnya memuat informasi tentang deskripsi tanaman, video tentang cara pembudidayaan tanaman dan buku digital tentang tanaman yang dapat dibaca secara online. Siswa juga dapat dengan mudah mengetahui deskripsi setiap tanaman di lingkungan SMP 1 Bae Kudus dengan cara scan QR barcode terhadap label pada masing-masing tanaman di lingkungan SMP 1 Bae Kudus.
